<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Publisher</title>
		<link>https://exsara.do.am/publ/</link>
		<description>Publisher</description>
		<lastBuildDate>Thu, 23 Oct 2014 09:37:06 GMT</lastBuildDate>
		<generator>uCoz Web-Service</generator>
		<atom:link href="https://exsara.do.am/publ/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		
		<item>
			<title>Sang Bapak Pers Indonesia, Juga Perintis Pergerakan Indonesia</title>
			<description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tepat seratus tahun Tirto Adhi Soerjo mendirikan organisasi modern pertama &lt;em&gt;Sarikat Prijaji&lt;/em&gt; tahun 1906, dan tepat 100 tahun setelah itu, pada tahun 2006 Tirto Adhi Soerjo mendapatkan gelar Pahlawan Nasional melalui melalui Keppres RI no 85/TK/2006. Mencerminkan apa dalam artian harus menunggu sebegitu lama untuk mendapatkan gelar pahlwan? Tapi sejatinya beliau berjuang tak untuk embel-embel tersebut, yang sekarang sering direbutkan oleh keturuan orang yang merasa sesepuhnya berjasa di negeri ini, tapi Tirto Adhi Soerjo tidak demikian.Tepat seratus tahun Tirto Adhi Soerjo mendirikan organisasi modern pertama &lt;em&gt;Sarikat Prijaji&lt;/em&gt; tahun 1906, dan tepat 100 tahun setelah itu, pada tahun 2006 Tirto Adhi Soerjo mendapatkan gelar Pahlawan Nasional melalui melalui Keppres RI no 85/TK/2006. Mencerminkan apa dalam artian harus menunggu sebegitu lama untuk mendapatkan gelar pahlwan? Tapi sejatinya beliau berjuang tak untuk embel-embel tersebut, yang sekarang sering direbutkan oleh keturuan orang yang merasa sesepuhnya berjasa di negeri ini, tapi Tirto Adhi Soerjo tidak demikian.&lt;/p&gt;</description>
			
			<link>https://exsara.do.am/publ/sang_bapak_pers_indonesia_juga_perintis_pergerakan_indonesia/1-1-0-10</link>
			<category>My articles</category><dc:creator></dc:creator>
			<guid>https://exsara.do.am/publ/sang_bapak_pers_indonesia_juga_perintis_pergerakan_indonesia/1-1-0-10</guid>
			<pubDate>Thu, 23 Oct 2014 09:37:06 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Nadia Ayu Kusuma</title>
			<description>Karya Terbaik Tugas Mata Kuliah Kapita Selecta Sejarah Indonesia, UNNES Tahun 2011</description>
			
			<link>https://exsara.do.am/publ/nadia_ayu_kusuma/1-1-0-9</link>
			<category>My articles</category><dc:creator></dc:creator>
			<guid>https://exsara.do.am/publ/nadia_ayu_kusuma/1-1-0-9</guid>
			<pubDate>Thu, 08 Mar 2012 16:03:25 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Ku Antar Sampai Tanjung Harapan</title>
			<description>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12px; &quot;&gt;&amp;nbsp;&quot;Jika kemarin adalah pengalaman, hari ini adalah perbaikan dan esok adalah jalan masa depan yang gemilang”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description>
			
			<link>https://exsara.do.am/publ/catatan_zaman/ku_antar_sampai_tanjung_harapan/2-1-0-8</link>
			<category>Catatan Zaman</category><dc:creator>winarso</dc:creator>
			<guid>https://exsara.do.am/publ/catatan_zaman/ku_antar_sampai_tanjung_harapan/2-1-0-8</guid>
			<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 07:31:55 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Exsara Tlah Membunuh Frustasiku</title>
			<description>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; &quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12px; &quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11px; &quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align: center; &quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12px; &quot;&gt;Kehadiran Exsara yang mampu menghibur diri saya, juga motto hidup yang senantiasa menjadi obor cahaya terang dalam diri saya bahwa&amp;nbsp;&lt;i&gt;&quot;hidup saya, ibarat panas itu keberhasilan dan hujan itu kegagalan, maka kita butuh keduanya untuk melihat pelangi”&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description>
			
			<link>https://exsara.do.am/publ/catatan_zaman/exsara_tlah_membunuh_frustasiku/2-1-0-7</link>
			<category>Catatan Zaman</category><dc:creator>winarso</dc:creator>
			<guid>https://exsara.do.am/publ/catatan_zaman/exsara_tlah_membunuh_frustasiku/2-1-0-7</guid>
			<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 07:28:04 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>GUA JEPANG PENINGGALAN ROMUSHA DIDESA PROMASAN LERENG GUNUNG UNGARAN TAHUN 1942</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;font face=&quot;Arial Black&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 24pt;&quot;&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;epang merupakan sebuah Negara imperialis yang memiliki kekuasan di 
Negara sendiri dan dinegara – Negara jajahan. Kekuatan dan kekuasaan 
jepang dapat menaklukan Negara imperialis lainya. Kekuasaan pertama 
Jepang di Indonesia yaitu setelah jepang dapat mengalahkan Negara 
penjajah sebelumnya yaitu Belanda. Pada awal kedatangan di Indonesia 
Jepang mendapat sambutan baik dari warga pribumi, oleh karena dapat 
mengusir belanda dari Indonesia.&lt;br&gt;
Adanya kekuasaan yang dimiliki jepang setelah dapat mengalahkan belanda 
dapat mempengaruhi dan menguasai Indonesia sepenuhnya. Bahkan setelah 
sampai beberapa bulan berkuasa, jepang dapat membentuk sebuah kekuatan 
baru yang fungsinya untuk mengantisipasi serangan balik dari sekutu. 
Tidak hanya itu jepang juga mngawali kekejaman dengan sebuah kerja paksa
 yang tidak lain pernah dijalankan oleh belanda. Pada kerja paksa inilah
 pemerintahan jepang di Indonesia yang mulai ditentang oleh pembesar dan
 warga pribumi.&lt;/div&gt;</description>
			
			<link>https://exsara.do.am/publ/gua_jepang_peninggalan_romusha_didesa_promasan_lereng_gunung_ungaran_tahun_1942/1-1-0-6</link>
			<category>My articles</category><dc:creator>winarso</dc:creator>
			<guid>https://exsara.do.am/publ/gua_jepang_peninggalan_romusha_didesa_promasan_lereng_gunung_ungaran_tahun_1942/1-1-0-6</guid>
			<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 19:46:20 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA</title>
			<description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;A. Masa Pra-sejarah&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;Prasejarah&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;nirleka&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;nir&lt;/i&gt;: tidak ada, &lt;i&gt;leka&lt;/i&gt;: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah&quot; title=&quot;Sejarah&quot;&gt;sejarah&lt;/a&gt; yang tertulis belum tersedia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Alam_semesta&quot; title=&quot;Alam semesta&quot;&gt;alam semesta&lt;/a&gt;, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kehidupan&quot; title=&quot;Kehidupan&quot;&gt;kehidupan&lt;/a&gt; di muka &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; class=&quot;mw-redirect&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt;; contohnya, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Dinosaurus&quot; title=&quot;Dinosaurus&quot;&gt;dinosaurus&lt;/a&gt; biasanya disebut hewan prasejarah dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Manusia_gua&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Manusia gua (belum dibuat)&quot;&gt;manusia gua&lt;/a&gt; disebut manusia prasejarah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Batas antara zaman prasejarah dengan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah&quot; title=&quot;Sejarah&quot;&gt;zaman sejarah&lt;/a&gt;
 adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa
 prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah
 adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau 
dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama 
tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu 
bangsa &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir&quot; title=&quot;Mesir&quot;&gt;Mesir&lt;/a&gt;
 sekitar tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga 
pada saat itu, bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Zaman 
prasejarah di Indonesia diperkirakan berakhir pada masa berdirinya &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kutai&quot; class=&quot;mw-redirect&quot; title=&quot;Kerajaan Kutai&quot;&gt;Kerajaan Kutai&lt;/a&gt;, sekitar abad ke-5; dibuktikan dengan adanya &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti&quot; title=&quot;Prasasti&quot;&gt;prasasti&lt;/a&gt; yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Mahakam&quot; title=&quot;Sungai Mahakam&quot;&gt;Sungai Mahakam&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur&quot; class=&quot;mw-redirect&quot; title=&quot;Kalimantan Timur&quot;&gt;Kalimantan Timur&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Karena
 tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah, 
keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Paleontologi&quot; title=&quot;Paleontologi&quot;&gt;paleontologi&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Astronomi&quot; title=&quot;Astronomi&quot;&gt;astronomi&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi&quot; title=&quot;Biologi&quot;&gt;biologi&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Geologi&quot; title=&quot;Geologi&quot;&gt;geologi&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi&quot; title=&quot;Antropologi&quot;&gt;antropologi&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Arkeologi&quot; title=&quot;Arkeologi&quot;&gt;arkeologi&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;</description>
			
			<link>https://exsara.do.am/publ/catatan_zaman/tradisi_sejarah_masyarakat_indonesia/2-1-0-5</link>
			<category>Catatan Zaman</category><dc:creator>Ludfi Amiq</dc:creator>
			<guid>https://exsara.do.am/publ/catatan_zaman/tradisi_sejarah_masyarakat_indonesia/2-1-0-5</guid>
			<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 17:03:24 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>GERAKAN MAHASISWA DAN REFORMASI 1998</title>
			<description>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;Pandangan
Pakyat VS Pandangan Pemerintah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;&quot;&gt;Berakhirnya tragedy reformasi ini kita dapat
memperoleh berbagai sudut pandang persepsi atas peristiwa yang telah berlalu
ini. Untuk objektifnya saya ingin membandingkan dua sudut pandang sekaligus.
Yang pertama yaitu sudut pandang dari sisi rakyat dan yang kedua adalah sudut
pandang dari seorang pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;


&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;&quot;&gt;Untuk melihat sudut pandang dari kelompok rakyat (atau
bukan golongan penguasa) saya mengintegrasikan 2 buku. Pertama saya membuat
ikhtisar dari bukunya Satrio Arismunandar dengan judul &lt;i style=&quot;&quot;&gt;Bergerak!: Peran Pers Mahasiswa dalam Penumbangan Rezim Orde Baru&lt;/i&gt;.
Keterkaitannya dengan pers tentunya teorinya lebih bersifat upayanya
mentransfer informasi kepada rakyat. Atau bisa juga setidaknya pers telah
membantu membentuk persepsi pembaca atau rakyat untuk menindaklanjuti
pemerintah. &lt;span style=&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description>
			
			<link>https://exsara.do.am/publ/gerakan_mahasiswa_dan_reformasi_1998/1-1-0-4</link>
			<category>My articles</category><dc:creator>ganda kurniawan</dc:creator>
			<guid>https://exsara.do.am/publ/gerakan_mahasiswa_dan_reformasi_1998/1-1-0-4</guid>
			<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 16:54:57 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Sosialisme sebagai ideologi politik</title>
			<description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, &apos;Trebuchet MS&apos;, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(68, 68, 68); line-height: 20px; &quot;&gt;Sosialisme adalah ajaran kemasyarakatan (pandangan hidup) tertentu yang berhasrat menguasai sarana-sarana produksi serta pembagian hasil produksi secara merata (W.Surya Indra, 1979: 309). Dalam membahas sosialisme tidak dapat terlepas dengan istilah Marxisme-Leninisme karena sebagai gerakan yang mempunyai arti politik, baru berkembang setelah lahirnya karya Karl Marx, Manifesto Politik Komunis (1848). Dalam edisi bahasa Inggris 1888 Marx memakai istilah &quot;sosialisme” dan ”komunisme” secara bergantian dalam pengertian yang sama. Hal ini dilakuakn sebab Marx ingin membedakan teorinya yang disebut &quot;sosialisme ilmiah” dari &quot; sosialisme utopia” untuk menghindari kekaburan istilah dua sosialisme dan juga karena latarbelakang sejarahnya. Marx memakai istilah &quot;komunisme” sebagai ganti &quot;sosialisme” agar nampak lebih bersifat revolusioner (Sutarjo Adisusilo, 1991: 127).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description>
			
			<link>https://exsara.do.am/publ/sosialisme_sebagai_ideologi_politik/1-1-0-3</link>
			<category>My articles</category><dc:creator>winarso</dc:creator>
			<guid>https://exsara.do.am/publ/sosialisme_sebagai_ideologi_politik/1-1-0-3</guid>
			<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 23:09:08 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>CANDI SUKUH DAN JAVANISASI</title>
			<description>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; &quot;&gt;&lt;font face=&quot;Georgia, serif&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 21px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, sans-serif; font-size: 17px; &quot;&gt;ABSTRACT&lt;br&gt;According time indications of Sukuh temple has given tat it is inheritance of Majapahit kingdom. The year of it’s situation is giving perception that Majapahit kingdom is going to damage situation. One of interesting explorations was the understanding how about Javanizaiton of Sukuh temple, uniqueness at sukuh temple interelaced with decline of Majapahit kingdom. The aim of the research to know some uniqueness of sukuh temple is compared with other general Hindu temple, and for discover what actual means behind Sukuh temple. This research by observation on the place and then try to tranhslate in every appearance inside of Sukuh temple. The Conclution from this research is to know the reasons of Javanization style what at Sukuh temple.&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;</description>
			
			<link>https://exsara.do.am/publ/candi_sukuh_dan_javanisasi/1-1-0-2</link>
			<category>My articles</category><dc:creator>Ganda kurniawan</dc:creator>
			<guid>https://exsara.do.am/publ/candi_sukuh_dan_javanisasi/1-1-0-2</guid>
			<pubDate>Fri, 07 Jan 2011 14:44:23 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Melawan Tendensi Minimnya Wawasan dengan Ekspedisi</title>
			<description>Melawan Tendensi Minimnya Wawasan dengan Ekspedisi&lt;br&gt;Oleh Nanang Pratmaji</description>
			
			<link>https://exsara.do.am/publ/melawan_tendensi_minimnya_wawasan_dengan_ekspedisi/1-1-0-1</link>
			<category>My articles</category><dc:creator>Nanang Pratmaji</dc:creator>
			<guid>https://exsara.do.am/publ/melawan_tendensi_minimnya_wawasan_dengan_ekspedisi/1-1-0-1</guid>
			<pubDate>Sat, 01 Jan 2011 09:00:04 GMT</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>